Buscar

up date

Mahasiswa Beraksi

Mahasiswa? Sebenarnya siapa mahasiswa? Bila dilihat secara harfiah mahasiswa berasal dari dua kata yaitu maha dan siswa. Maha adalah sesuatu yang tinggi dan siswa adalah kaum pelajar yang sedang belajar pada suatu intansi pendidikan. Jadi mahasiswa adalah kaum pelajar yang sedang belajar pada intansi tertinggi dalam pendidikan. Mahasiswa adalah kaum intelektual muda yang sedang berada dalam puncak api semangat untuk melakukan sesuatu yang lebih bersifat heroik dan patriotis.
Sosok mahasiswa sebagai suatu kaum terpelajar yang menempuh studi pada intansi pendidikan tertinggi menjadikan mahasiswa sebagai kalangan elite dalam kalangan masyarakat. Tidak semua anak muda berkesampatan menyandang status mahasiswa. Status mahasiswa ini sangat mahal harganya, sehingga sangatlah naif bila mahasiswa tidak mampu mempertanggungjawabkan dengan memberikan sumbangsih pada masyarakat dan negaranya. Memberikan kontribusi dan solusi adalah kewajiban mutlak yang harus dipenuhi oleh seseorang yang menyandang status sebagai mahasiswa.
Dalam sejarah panjang negara ini, mahasiswa slalu berada dalam garda terdepan dalam perubahan ke arah perbaikan. Hal ini dapat ditelisuri mulai dari kebangkitan nasional yang di rintis oleh kaum intelektual muda yang menyandang status mahasiswa. Sebut saja organisasi Boedi Utomo yang di motori oleh para mahasiswa dari STOVIA. Keruntuhan orde lama oleh para intelektul muda, diteruskan dengan pergantian orde baru tidak menjadikan negara ini terus dalam keadaan baik dan stabil. Kaum intelektual muda yang bernama mahasiswa juga slalu menyuarakan aspirasi murni pembelaan dari kaum tertindas yang tidak bisa bersuara karena pencekalan dari pemerintah. Kala itu mahasiswa tetap berani menyuarakan aspirasi wong cilik kaum tertindas walau di sana pressure dari pemerintah begitu kuat sehingga banyak mahasiswa yang tiba-tiba menghilang atau tinggal nama. Kaum elite intelektual muda ini bersatu menghimpun kekuatan menumbangkan rezim orde baru yang zalim. Lagi-lagi selalu kaum intelektual mudalah yang berperan menjadi tombak sejarah dari masa ke masa.
Peran mahasiswa sangatlah nyata keberadaannya. Lalu apa sajakah peran mahasiswa itu? Paparan di atas adalah sedikit uraian tentang mahasiswa yaitu pengentas perubahan atau yang sering didengar dengan agent of change.
Mahasiswa berperan sebagai Iron Stock. Para petinggi negara, pemegang perekonomian bangsa, para tokoh masyarakat tidak akan hidup abadi selamanya. Niscaya akan slalu ada pergantian generasi, dan hal itu sangat normal adanya. Disinilah mahasiswa menjadi pengganti para tokoh yang sedang duduk pada tingkatan high class saat ini. Mahasiswa menduduki bagian atau sekte terpenting dalam setiap regenerasi terjadi. Kedudukan mahasiswa dengan segala keunikan dan modal mahal yang dimilikinya mendapatkan tempat-tempat yang tinggi dan terhormat.
Peran moral bagi mahasiswa diartikan sebagai guardian of value atau sebagai penjaga nilai-nilai. Seorang kaum muda yang terpelajar hendaklah menjaga nilai-nilai moral atau nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat. Mahasiswa menjaga nilai-nilai ini dengan memberikan contoh keteladanan dan akhlak yang baik bagi kaum muda lainnya. Mahasiswa selalu melakukan hal-hal yang bermanfaat tidak melakukan hal-hal yang sia-sia, seperti nongkrong tiap sore di jalanan dengan tanpa tujuan.
Peran politik berfungsi sebagai presseur group ( group penekan ) bagi pemerintah yang tidak memihak kepada keadilan rakyatnya. Mahasiswa bertindak sebagai kontroling terhadap pemerintahan. Apabila pemerintahan itu memihak pada keadilan maka mahasiswa dapat berperan sebagai pendukung. Namun apabila pemerintahan bertindak zalim, maka mahasiswalah yang paling siap menentang kedzaliman itu. Pada tahun 1984 lewat mentri pendidikan Daud Yusuf pemerintah mengeluarkankebijakan NKK/BKK (Normalisasis Kehidupan Kampus). Pemerintah berusaha mencekal peran mahasiswa yang satu ini, dengan sistem yang sangat licik. Mahasiswa dibuat sibuk dengan kegiatan kampus dan akademik sehingga lupa pada peran-perannya.
Sebagai insan akademik, salah satu peran mahasiswa adalah peran akademik. Sebagai seorang yang digolongkan pada kaum intelektual muda, mahasiswa tidak boleh meninggalkan kuliahnya sebagai amanah pertama dari orang tua. Disamping peran-peran aktif mahasiswa di luar kuliah, harus dapat mengimbangi perannya dalam bangku kuliah. Walaupun seorang mahasiswa memiliki aktifitas yang menggunung tapi tetap dapat berprestasi dalam bidang akdemiknya, sehingga dapat menjadi mahasiswa aktivis skaligus akademis.
Dari sekian banyak peran yang dimiliki mahasiswa, ada satu ciri khas yang lekat pada diri mahasiswa. Karakteristik ini harus tetap dimiliki oleh mahasiswa untuk dapat menjalankan semua perannya. Sikap Kritis terhadap suatu perubahan atau suatu kebijakan adalah karakteristik yang tidak bisa dipisahkan dari mahasiswa. Sebagaian mahasiswa yang disibukkan di kampus harus dapat bersikap kritis dalam menyikapi kebijakan kampus yang ada. Sebagai orang yang hidup dan menjadi bagian dari masyarakat, mahasiswa juga harus bisa peka terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang bersangkutan dengan masyarakat. Mahasiswa harus bisa bersuara menyuarakan aspirasinya atau sebagai bentuk pembelaan dari ketidakadilan atas penindasan kaum lemah. Mahsiswalah adalah penyambung lidah dari suara-suara penindasan dan suara-sura pembebasan.
Mahasiswa harus turut aktif dalam segala kegiatan yang di kampusnya terutama ormawa (organisasi mahasiswa) disinilah terjadi pembentukan dan penempaan karakter menjadi mahasiswa ideal. Dengan aktif di ormawa kepemimpinan dan kekritisan mahasiswa di asah. Tidak hanya untuk meng up grade kafasitas, ormawa merupakan wadah yang sangat pas untuk mahasiswa dalam menjalankan peran-perannya. Wadah nyata untuk memberikan kontribusi baik bagi masyarakat kampus maupun bagi masyrakat umum.

Puisi lagi

Tak Mengerti

Apa yang ada di hati enggan pergi

Diusir oleh seribu rasa gundah dan kecewa pun, enggan memudar

Apakah aku harus mengiba pada diriku sendiri

Duhai sang maha pengendali

Yang memiliki semua tali kendali

Harus bagaimanakah diri

Bertapapun teriris dan hancur serpihan-serpihan sanubari,

Tidakah bergeser walau paling sedikitnya jarak yang ada

Berpikir mengapa terjadi lalu tak mengerti

Seolah langit luas mebentang terlukis pertanyaan mengisi seluruh ruang

Asa pinta pada-Mu ya Rabb

Mohon Engkau pegang diri yang tak mau menuruti

Hapusan hati yang tak kunjung hilang

Semakin kuat menerjang semakin dalam menancap

Bukankah kenyataan telah terbentang dengan indah nan jujur

Tapi seolah tak terpandang tertutup hijab setebal salju di musim pendingin

Hati ini meronta ingin merengkuh-Mu ya Rabb

Pegangan hati keyakinan setitik cahaya penenang

Cahaya yang berderet terang benderang yang akan merangkul pesakit ini

Dan aku yakin itu akan datang………..

Karya: Munk_geuliz

Puisi quh

Semanis Slogan

Slogan memang menarik

Kata bergairah bergumam seolah nasihat bijak dari petuah

Anggrek bulan berkilau indah di tengah gagah liarnya alam kebebasan

Membawa kemegahan pesona termahal

Kadang bisunya kata menjadi penyebab enggan

Tangan menari tapi berat bergerak

Apakah yang hendak tuan bawakan?

Masih tentang di sudut mata

Genggaman yang mencoba kepalkan untuk berada di atas kepala

Ketegaran karang....... Mengapa tidak mau beranjak?

Gelombang transversal naik turun seperti titah yg didapat

Hai apakah pandangan ini hanya satu

Sudut kota sudut pasar sudut desa bahkan sudut pantai yg indah

Jejak ini tidak slalu terayuh sama

Ukiran kisah tertumpah menapaki garis-garisnya

Hidup adalah tentang keteguhan perjuangan ketegaran

Karya : Irma Nurmalasari