Puisi lagi

Tak Mengerti

Apa yang ada di hati enggan pergi

Diusir oleh seribu rasa gundah dan kecewa pun, enggan memudar

Apakah aku harus mengiba pada diriku sendiri

Duhai sang maha pengendali

Yang memiliki semua tali kendali

Harus bagaimanakah diri

Bertapapun teriris dan hancur serpihan-serpihan sanubari,

Tidakah bergeser walau paling sedikitnya jarak yang ada

Berpikir mengapa terjadi lalu tak mengerti

Seolah langit luas mebentang terlukis pertanyaan mengisi seluruh ruang

Asa pinta pada-Mu ya Rabb

Mohon Engkau pegang diri yang tak mau menuruti

Hapusan hati yang tak kunjung hilang

Semakin kuat menerjang semakin dalam menancap

Bukankah kenyataan telah terbentang dengan indah nan jujur

Tapi seolah tak terpandang tertutup hijab setebal salju di musim pendingin

Hati ini meronta ingin merengkuh-Mu ya Rabb

Pegangan hati keyakinan setitik cahaya penenang

Cahaya yang berderet terang benderang yang akan merangkul pesakit ini

Dan aku yakin itu akan datang………..

Karya: Munk_geuliz

Puisi quh

Semanis Slogan

Slogan memang menarik

Kata bergairah bergumam seolah nasihat bijak dari petuah

Anggrek bulan berkilau indah di tengah gagah liarnya alam kebebasan

Membawa kemegahan pesona termahal

Kadang bisunya kata menjadi penyebab enggan

Tangan menari tapi berat bergerak

Apakah yang hendak tuan bawakan?

Masih tentang di sudut mata

Genggaman yang mencoba kepalkan untuk berada di atas kepala

Ketegaran karang....... Mengapa tidak mau beranjak?

Gelombang transversal naik turun seperti titah yg didapat

Hai apakah pandangan ini hanya satu

Sudut kota sudut pasar sudut desa bahkan sudut pantai yg indah

Jejak ini tidak slalu terayuh sama

Ukiran kisah tertumpah menapaki garis-garisnya

Hidup adalah tentang keteguhan perjuangan ketegaran

Karya : Irma Nurmalasari